Polri Waspadai 6 Potensi Kecurangan Pilkada Serentak

Kabagpenum Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul menyampaikan keterangan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/3). Keterangan terkait perkembangan kasus penangkapan terduga teroris di Ciwandan, Cilegon, Banten. (Liputan6.com)

Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan bahwa polisi mengidentifikasi sejumlah kecurangan yang kemungkinan terjadi dalam Pilkada 2018.

"Ada enam hal kecurangan yang diwaspadai oleh Polri dalam rangkaian Pilkada," kata Kombes Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Ia merinci sejumlah kecurangan tersebut. Pertama, yakni intimidasi, contohnya dengan membuat pemilih takut untuk memilih, tidak mau datang ke TPS.

Kedua, distruption, dengan menimbulkan gangguan-gangguan sehingga menciptakan situasi tidak kondusif saat pemungutan suara.

Ketiga, misinformation, dengan menyebarkan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Keempat, registration fraud, dengan memanipulasi data sehingga pemilih tidak memiliki hak untuk memilih.

"Kelima, vote buying, contohnya `serangan` fajar. Dan terakhir, ujaran kebencian," ujar Martinus, seperti dilansir dari Antara.

Pilkada 171 Daerah

Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com)

Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi dalam Pilkada 2018. Jumlah daerah yang akan ikut pilkada mendatang akan lebih banyak dibandingkan Pilkada 2017, yang hanya diikuti 101 daerah.

Ke-171 daerah tersebut terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten di Indonesia.

Komentar

Loading...