Warga Aceh Barat Mulai Kembangkan Udang Vaname

Udang Vaname.(Ist)

Meulaboh - Masyarakat Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mulai tertarik mengembangkan budidaya udang vaname karena telah teruji prospek ekonomi dengan nilai jual tinggi untuk kebutuhan pasar Indonesia maupun luar negeri.

Pengusaha udang vaname, Amiruddin, di Meulaboh, Senin mengatakan, dirinya memberanikan diri mengembangkan budidaya udang ini setelah melihat hasil di beberapa lokasi di wilayah Medan, Sumatera Utara.

"Saya awalnya mengikuti studi banding di Medan, dari sanalah, setelah melihat itu, saya tertarik mengambangkan usaha tambak udang vaname ini. Saya dalam hal ini dibantu tim teknis dari PT CP Prima untuk budidaya di Aceh Barat," katanya.

Budidaya udang vaname dikembangkan dalam 11 kolam tambak pada area seluas 12 hektare, di lokasi pengembangannya itu juga terdapat kolam tambak ikan payau seperti jenis ikan nila, kakap dan lele, di Desa Suak Pandan, Kecamatan Samatiga.

Sebut Amir, pada 11 kolam tambak udang yang telah dibuka tersebut, sudah dilepas 1 juta bibit udang vaname dan sudah bisa dilihat mulai tumbuh dewasa dan udang-udang tersebut akan membesar dan dijaga hingga memasuki usia panen.

Budidaya usaha tambak udang serta ikan payau tersebut, menyerap tenaga kerja lokal 15 orang, buruh nelayan itu bertugas merawat dan membesarkan udang-udang vaname dan tiga jenis ikan di kolam tambak tersebut hingga masa panen.

"Saya sebenarnya punya 28 kolam tambak, yang lebih banyak memang untuk udang vaname yaitu 11 tambak dan sudah satu juta benih saya lepas. Selebihnya untuk 17 tambak lagi untuk berbagai jenis ikan nila, kakap dan lele," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, udang vaname merupakan komoditas kualitas ekspor dengan harga jual termurah Rp70.000 hingga Rp100 ribu/Kg, umur ideal masa panen udang vaname yaitu 4 bulan, kemudian proses pemeliharaannya tidak rumit.

Kata Amir, ketika umur udang vaname dua bulan, maka harga jualnya dilepas ke pasar lokal senilai Rp70.000/Kg, sementara untuk usia 3-4 bulan harga jualnya sudah di atas Rp100.000/Kg, kebutuhan pasar lebih dominan untuk Uni Eropa dan Amerika.

Selama dilakukan budidaya pengembangan udang vaname tersebut, sudah dikunjungi beberapa pihak untuk kebutuhan pasar dari luar daerah, bahkan juga dari kabupaten tetangga seperti unsur muspida dari Kabupaten Simeulue, untuk studi usaha.

"Kita sudah berupaya melakukan budidaya dan mengembangkannya, Alhamdulillah, semoga masyarakat lain juga mencoba usaha ini. Kami terbuka menerima kunjungan untuk studi ataupun belajar usaha budidaya udang vaname," katanya menambahkan.

Komentar

Loading...