Suspensi Mitsubishi Xpander Empuk, Tapi Minim Limbung

kompas.comSensasi berkendara bersama Xpander terasa mirip sedan.(Manut)

Lampung – Setelah melahap Tol JORR dan Jakarta-Merak dengan jarak sekitar 130 km, empat unit Mitsubishi Xpander tiba di Pelabuhan Merak. Perjalanan dilanjutkan dengan naik ke Kapal Laut menunju Pelabuhan Bakeuheni, Lampung. Menyeberangi Selat Jawa dibutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Perjalanan dari pelabuhan menjuju Bandar Lampung cukup bervariasi kontur jalannya, dengan kondisi yang ramai lancar. Sebagai jalur utama distribusi logstik  di paling selatan Pulau Sumatera, maka banyak juga truk pengangkut barang yang lalu-lalang. Konsentrasi selama perjalanan wajib ditingkatkan.

Stabilitas serta suspensi Xpander Sport terasa unggul dalam perjalanan kali ini. Tak jarang rombongan harus melibas jalan berlubang atau permukaan tidak rata, namun suspensi Xpander terasa empuk. Bahkan nyaris mirip sedan, karakternya.

Berakselrasi bersama Xpander cukup responsif, selama menjaga putaran mesin.(Danang Priambodo)

Beberapa kali manuver untuk melewati kendaraan di depan juga dilakukan beriringan, sambil mengutaman faktor safety tentunya. Berpindah jalur dengan kecepatan sedang hingga tinggi masih relatif nyaman dirasakan. Biasanya karakter LMPV kalau sudah diajak berakselerasi dan manuver, paling terasa gejala bodyroll alias limbung.

Biasanya pabrikan membekali mobil dengan suspensi keras, agar bermanuver lebih mantap, tetapi kenyamanan praktis hilang. Sebaliknya, kalau suspensi empuk, maka kendali kendaraan tak bakal terasa mantap. Kalau Xpander, berhasil menaruh posisi di antaranya. Suspensi empuk, tetapi minim gejala bodyroll.

Rahasianya, ternyata pada penempatan wheel track atau jarak sumbu roda pada kendaraan ketimbang kompetitor. Analoginya, dengan kuda-kuda kaki yang lebih lebar, maka postur bodi akan kokoh. Berpengaruh juga pada titik pusat gravitasi kendaraan. Ramuan insinyur Mitsubishi ini terasa positif, membuat Xpander menyisakan sensasi sedan waktu berkendara.

Rahasia mengapa Xpander punya suspensi empuk tapi bodyrool minim, ada pada kaki-kaki.(Manut)

Belum lagi fitur Active Stability Control (ASC), yang menjaga stabilitas kendaraan dalam kondisi jalan menikung.

Sasis monokok dan sistem penggerak depan juga menambah faktor kenyamanan mobil ini. Di dalam kabin, otomatis dek rata, tanpa rumah batang gardan, berbeda dengan LMPV yang mengandalkan penggerak belakang.

Artikel selanjutnya, akan membahas rata-rata konsumsi bahan bakar Xpander, dalam perjalanan Jakarta-Lampung, nantikan!

Komentar

Loading...